Event Tahunan Sabtu Ini : Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo. Mengenang 10 November 1945, Tewasnya Dua Jendral Inggris Mallaby Dan Symonds

 Event Tahunan Sabtu Ini : Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo.  Mengenang 10 November 1945, Tewasnya Dua Jendral Inggris Mallaby Dan Symonds




Mojokerto, 13 Desember 2024

Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo 2024 kembali digelar sebagai ajang tahunan Sabtu ini (14/12).

 Event yang dinanti-nantikan para pencinta olahraga, sejarah, dan budaya ini, memang berakar pada sejarah Perang Surabaya 10 November 1945. 

Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955. Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo bukan sekadar kegiatan biasa, tetapi memiliki makna historis yang mendalam.

Perang 10 November tak akan bisa mudah dilupakan. Sebanyak 200  ribu orang terdampak perang dahsyat di awal Kemerdekaan Indonesia itu. Sebanyak 20 ribu rakyat Surabaya dan sekitarnya ditemukan tewas, mungkin lebih banyak lagi yang tewas akan tetapi tidak tercatat. Jika dihitung kembali dengan detail tidak menutup kemungkinan ada 50 ribu rakyat pejuang Surabaya dan sekitarnya yang tewas dan gugur. 



Bukan hanya rakyat Surabaya dan sekitarnya, akan tetapi tentara Inggris yang tewas bahkan mencapai hampir 2000 tentara, pengakuan Inggris sendiri hanya 1600 prajurit nya yang tewas. Akan tetapi prajurit Inggris juga mempekerjakan tentara bayaran dari negara-negara protektoratnya, yang kemungkinan tidak dicatatkan oleh Inggris. Warga British Indian yang tercatat tewas sebanyak 295 orang atau hampir 300 orang. Bukan hanya itu saja, dua orang Jenderal Inggris ikut tewas dalam peristiwa 10 November itu. Di depan massa Surabaya yang sedang berkumpul Jenderal Mallaby ditembak kepalanya dan tewas seketika. 

Jenderal Angkatan Darat Britania Aubertin Walter Sothern Mallaby (AWS Mallaby) terbunuh di lokasi Gedung Internatio, Surabaya, dekat Jembatan Merah, pada 30 Oktober 1945. 

Tewasnya Jenderal Mallaby membuat Inggris menjadi sangat marah. Karena selama Perang Dunia II tidak satupun Perwira Inggris dan Negara Sekutu, yang tewas melawan Jerman, Jepang, Italia, dan negara pendukung lainnya. Bukan hanya marah akan tetapi kematian Jenderal Mallaby membuat malu negara-negara Sekutu. Rekor tewasnya Perwira negara-negara Sekutu itu terpecahkan di Kota Surabaya.



Pada saat tewas ditembak kepalanya pada 30 Oktober 1945, Mallaby baru berusia usia 45 tahun. 

Brigadir Jenderal Robert Guy Loder Symonds adalah Jenderal Inggris kedua yang tewas pada 10 November 1945. Pesawatnya yang sedang mengudara untuk membombardir kota Surabaya ditembak jatuh oleh senjata ringan arek arek Surabaya. Dua penumpang pesawat Mosquito yang salah satunya adalah Jenderal  Symonds tewas, karena pesawat nya terbakar dan jatuh.





Pihak Inggris pun seperti biasa berbohong untuk menutupi malu atas tewas nya Jendral nya yang kedua, setelah Jenderal Angkatan Daratnya pada tanggal 30 Oktober, disusul Jenderal Angkatan Udara nya pada tanggal 10 November 1945. Inggris dengan sok nya mengatakan bahwa tewasnya Symonds karena murni kesalahan teknis. Pesawat canggih Mosquito katanya dalam kondisi meleleh lem lem mesinnya karena tidak didisain untuk dipakai di daerah tropis yang panas seperti di Surabaya.

Malu dan marah yang berlipat-lipat membuat Inggris menjadi lebih gelap mata, menghancurkan, meluluh lantakkan dan membumi hanguskan Surabaya dari Darat, Laut, dan Udara.

Akan tetapi Inggris sebaiknya tak perlu marah-marah, malah sebaiknya belajar membaca sejarah lebih dalam lagi tentang Kota Penuh Misteri Maut dan kuburan bagi tentara-tentara besar dunia, Surabaya.

Bukan hanya sekali itu Surabaya mengubur kesombongan tentara terkuat di dunia. Jauh sebelum tahun kematian Mallaby - Symonds, 652 tahun sebelum nya, atau 700 tahun yang lalu, tentara terkuat sedunia juga dihancurkan di Tarik, sebuah wilayah yang hanya beberapa kilometer dari lokasi tewas nya Mallaby - Symonds.

Pada tahun 1293, tentara Ku Balai Khan dari China dihancurkan oleh tentara Raden Wijaya, ratusan ribu tentara China yang datang menginvasi Jawa, dicukur habis tinggal 10 ribu pasukan yang pulang dan kemudian membawa berita kematian Ku Balai Khan beberapa bulan kemudian. Para seniman meyakini di Tarik Surabaya Ku Balai Khan dibunuh oleh Telik sandi calon kerajaan Majapahit yang kemudian didirikan oleh Kerta Rajasa Jaya Wardhana atau Raden Wijaya.

Ku Balai Khan adalah saudara tua dari Hulagu Khan, yang pada tahun 1258 membakar dan menghancurkan kota Kerajaan Muslim Baghdad dan membunuh ratusan ribu orang Islam, membakar Perpustakaan Islam terlengkap, dan menghancurkan Dinasty Kekhalifahan Islam yang besar. Pada masa itu pasukan dua cucu Jengish Khan itu adalah pasukan-pasukan terkuat di dunia yang tidak terkalahkan dalam berbagai pertempuran. Akan tetapi malangnya, kesombongan pasukan Dinasti Mongol yang sadis dan mengerikan itu berakhir tragis di kota penuh Misteri Surabaya.


Baca Juga Episode Kematian Ku Balai Khan Di Surabaya Sidoarjo, Di Tarik, 700 tahun yang lalu.


Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo m memang bukan hanya event olah raga biasa yang mengangkat kompetisi olah raga massa. Akan tetapi juga perjalanan penuh makna, mengenang perjuangan Perang Surabaya 1945. 


Baca Juga Novel Kehancuran Ku Balai Khan Dan Berdirinya Kerajaan Majapahit 


Pada awalnya, rute yang ditempuh adalah Pandaan-Surabaya. Namun, pada tahun 1959, rute dialihkan menjadi Mojokerto-Surabaya, yang akhirnya bertahan hingga saat ini. Melalui perjalanan sejauh lebih dari 50 kilometer ini, para peserta diingatkan akan keberanian dan semangat juang para pahlawan yang bertempur pada peristiwa penting itu.


Jadwal dan Rute

Acara dimulai pada 14 Desember 2024 pukul 14.30 WIB dari Lapangan Surodinawan, Mojokerto. Peserta akan memulai perjalanan menuju Tugu Pahlawan Surabaya, yang menjadi garis finish gerak jalan ini. 

Rute yang ditempuh ini  menggambarkan perjalanan panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Perjalanan ini akan melewati beberapa kota dan desa yang memiliki nilai sejarah tinggi, mengingatkan setiap peserta tentang makna perjuangan bangsa. Di sepanjang perjalanan, ada berbagai titik yang memiliki sejarah penting, yang akan menambah wawasan peserta tentang perjuangan para pahlawan yang terjadi di wilayah tersebut.


Kategori Peserta dan Persyaratan

Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo 2024 terbuka untuk berbagai kategori peserta, yang terdiri dari individu dan kelompok, dengan beberapa ketentuan usia dan persyaratan yang harus dipenuhi. 

a. Kategori Perorangan

Peserta pria berusia minimal 17 tahun dan wanita berusia minimal 25 tahun. Kategori ini cocok bagi mereka yang ingin menguji ketahanan fisik secara mandiri.

b. Kategori Beregu Pelajar

Peserta yang masih berstatus pelajar dapat mendaftar dalam kategori beregu. Setiap tim terdiri dari 10 anggota utama dan tiga cadangan. Peserta harus melampirkan surat keterangan dari sekolah sebagai bukti keikutsertaan resmi.

c. Kategori Beregu Umum

Kategori ini terbuka untuk masyarakat umum, termasuk kelompok komunitas atau organisasi. Setiap tim dalam kategori ini juga terdiri dari 10 anggota utama dan tiga cadangan.

d. Kategori Beregu TNI/Polri

Kategori ini dirancang khusus untuk personel TNI dan Polri. Kegiatan ini menjadi ajang untuk memperlihatkan kedisiplinan serta semangat juang para abdi negara.


Syarat Umum

Fotokopi KTP/SIM/KTM/Kartu Pelajar.

Surat keterangan sehat dari instansi kesehatan.

Usia peserta sesuai ketentuan kategori yang dipilih.

Jaminan kesehatan.


Panitia sangat menyarankan peserta memiliki jaminan kesehatan atau jaminan keselamatan selama kegiatan berlangsung. Hal ini untuk memastikan keamanan peserta jika terjadi gangguan kesehatan atau cedera. Jika peserta tidak memiliki jaminan kesehatan, panitia menyediakan opsi jaminan kesehatan tambahan yang dapat dipilih saat pendaftaran.


Cara Daftar

Pendaftaran Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo 2024 dapat dilakukan secara gratis dan terbuka hingga 13 Desember 2024. Ada dua cara pendaftaran yang bisa dipilih peserta sebagai berikut.


a. Pendaftaran Online

Pendaftaran online dapat dilakukan melalui situs resmi https://gms2024.id.

 Pendaftaran ini dibuka mulai tanggal 19 November 2024 hingga 13 Desember 2024.


b. Pendaftaran Offline

Sementara pendaftaran offline, peserta dapat mengunjungi Helpdesk GMS 2024 yang berlokasi di Kantor Dispora Jawa Timur. Layanan ini buka mulai tanggal 25 November hingga 13 Desember 2024.

Nomor dada peserta dapat diambil di Kantor Dispora Jawa Timur mulai 25 November 2024 hingga 13 Desember 2024. Peserta juga bisa mengambil nomor di Lapangan Surodinawan, Kota Mojokerto, pada 14 Desember 2024.


Hadiah Menarik

Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo 2024 tidak hanya menawarkan tantangan fisik, tetapi berbagai hadiah menarik. Total hadiah yang disediakan untuk pemenang mencapai Rp 90 juta, dengan puluhan doorprize.



Baca Juga Link Di Mimbar Berita



Laporan TNTW







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Noken, Gaya Fashion Papua Yang Dapat Penghargaan Unesco

Jawa Timur Tertinggal Di Peringkat 3 PON Ke-21