Noken, Gaya Fashion Papua Yang Dapat Penghargaan Unesco

 Selamat Hari Noken 2025 : Duta Global Fashion Papua

 


 

Papua, 05/12/2025

Noken telah diakui oleh Unesco sebagai WBTb (Warisan Budaya Tak Benda) Unesco sejak tahun 2012 yang lalu. Menemani 12 WBTb milik Indonesia yang lain di kancah global. 


Baca Tulisan Lebih Lengkap Di Situs Berita News Corner Kota

Lihat Link Lengkap Di Bawah Ini

http://www.news-corner-kota-batu.domainnews.biz.id/2025/12/selamat-hari-noken-2025-duta-global.html?m=1


Bukan hanya sekedar pengakuan, akan tetapi Noken membawa sebuah inspirasi penting wanita Papua dalam pengembangan peradaban manusia. Noken adalah sebuah tas tradisional yang terbuat dari serat-serat kayu alami yang diproduksi dengan proses produksi tradisional Papua.  


 

Baca Juga :

Budaya Sehat Jamu menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia ke-13 dari Unesco 

WBTB Batik (2009) : Ketika Ketua DPR RI Memakai Batik Go Tik Swan

Yazilla Az Zahra: Pebatik Matematika Muda, Dari SMK Telkom Lampung

Gelar Batik Nusantara 2023 : Koleksi Batik Home Interior dan Fun Walk

WBTB Silat (2019) : Mayjen (Pur). Dr. E. Marzuki Nalapraya : Silat Is About How To Become A Nobel Man

Selamat Hari Noken 2025 : Duta Global Fashion Papua 


Noken adalah karya asli Wanita Papua. Dalam konteks budaya noken adalah identitas yang menjadi tanda kedewasaan wanita Papua. Setiap wanita dewasa Papua dicirikan dengan karya Noken yang berhasil dibuat. Wanita belum dianggap berusia dewasa jika belum berhasil membuat tas fashion Noken.

Setelah dewasa, wanita Papua baru diijinkan menikah. Keunikan Noken inilah yang membuat Unesco akhirnya memberikan penghargaan WBTb kepada Noken. Sebuah penghargaan yang membanggakan dan menjadi sebuah identitas baru Republik di kancah global. Paling tidak ada 13 WBTb milik Indonesia asli yang saat ini diakui oleh Unesco. 

(1) Wayang (2008), (2) Keris (2008), (3) Batik (2009), (4) Pendidikan dan Pelatihan Membatik (2009), (5) Angklung (2010), (6) Tari Saman (2011), (7) Noken (2012), (8) Tiga Genre Tari Bali (2015), (9) Kapal Pinisi (2017), (10) Tradisi Pencak Silat (2019), (11) Pantun (2020), (12) Gamelan (2021), dan (13) Jamu (2023)

Galeri Nusantara di kancah global saat ini diwakili oleh 13 WBTb Unesco ini. Warisan Budaya Tak Benda menjadi sebuah modal penting budaya yang bahkan jika dikelola dengan baik dapat menjadi sebuah motor penggerak ekonomi Nasional di lingkup global. (Vijay)

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Event Tahunan Sabtu Ini : Gerak Jalan Mojokerto-Suroboyo. Mengenang 10 November 1945, Tewasnya Dua Jendral Inggris Mallaby Dan Symonds

Jawa Timur Tertinggal Di Peringkat 3 PON Ke-21